Faktor-Penyebab-Kriminalitas-Remaja-dan-Solusi-Untuk-Menanganinya

Faktor Penyebab Kriminalitas Remaja dan Solusi Untuk Menanganinya

Berita Terbaru – Masa remaja sering disebut dengan masa negatif. Dalam kurun waktu tersebut, seorang anak yang baru memasuki masa puber seringkali menunjukkan berbagai gejolak emosi, seperti menarik diri dari lingkungan internalnya yang menimbulkan masalah, baik di rumah, sekolah, maupun pertemanannya. Jika dilihat dari berita di media yang beredar, bisa dikatakan bahwa kenakalan remaja sekarang sudah melebihi batas normal. Banyak remaja mengenal narkoba, seks bebas, tawuran dan masih banyak lagi tindak pidana yang menyimpang dari norma sosial dan peraturan hukum.

Kenakalan remaja adalah segala tindakan yang dilakukan oleh remaja yang melanggar aturan yang berlaku di masyarakat. Meski begitu, fenomena kenakalan remaja merupakan sesuatu yang wajar jika tidak melanggar norma yang berlaku. Ketika seseorang beranjak remaja, terjadi berbagai perubahan, baik secara fisik maupun psikologis. Beberapa perubahan psikologis yang terjadi, seperti remaja cenderung resisten terhadap semua aturan yang membatasi kebebasannya. Karena perubahan inilah banyak remaja melakukan hal-hal yang menurut mereka bertentangan.

Kenakalan remaja yang berujung pada tindak kejahatan sangat dipengaruhi oleh peran orang tua. Banyak orang tua tidak mengerti bagaimana harus bereaksi terhadap perubahan pada anak mereka. Terkadang penanganan yang tidak tepat menyebabkan seorang remaja melakukan tindakan kriminal. Misalnya, orang tua yang terlalu membatasi kebebasan anak tanpa memberikan haknya.

Hal tersebut memicu konflik keluarga yang menyebabkan remaja mengalami depresi dan kebingungan / kecemasan. Perilaku berisiko ini memang umum terjadi pada masa remaja jika dibandingkan dengan masa lain dari kehidupan seseorang. Mencermati fenomena tersebut, penulis mencoba menelaah berbagai kajian dan literatur terkait tindak pidana yang dilakukan remaja.

Penyebab Tidak Kriminal Pada Remaja

Remaja yang melakukan kejahatan remaja dapat disebabkan oleh faktor dari remaja itu sendiri (internal) dan faktor dari luar (eksternal). Untuk faktor internal ada seperti krisis identitas. Yang dimaksud dengan  krisis identitas ini yaitu perubahan biologis dan sosiologis pada remaja. Dua hal tersebut memungkinkan adanya dua bentuk integrasi. Pertama, terbentuknya rasa konsistensi dalam hidupnya. Kedua, pencapaian identitas peran. Kenakalan ramaja terjadi karena remaja gagal mencapai integrasi kedua.

Faktor internal lainnya adalah pengendalian diri yang lemah. Remaja yang tidak mampu mempelajari dan membedakan antara perilaku yang dapat diterima dan yang tidak dapat diterima akan ditarik ke dalam perilaku “nakal”. Begitu juga bagi mereka yang sudah mengetahui perbedaan antara kedua perilaku tersebut, namun tidak dapat mengembangkan pengendalian diri untuk berperilaku sesuai dengan ilmunya.

Faktor eksternal seperti perceraian keluarga dan orang tua, kurangnya komunikasi antar anggota keluarga, atau perselisihan antar anggota keluarga dapat memicu perilaku negatif pada remaja. Bahkan pendidikan yang salah dalam keluarga, seperti terlalu memanjakan anak, kurangnya memberikan pendidikan agama dan masih banyak yang lainnya.

Selain itu, faktor eksternal seperti masyarakat / lingkungan hidup yang kurang baik menyebabkan remaja melakukan penyimpangan perilaku yang mengakibatkan tindak pidana.

Solusi Mengatasi Kriminalitas pada Remaja

Untuk itu perlu dicari langkah-langkah untuk mengatasi kenakalan remaja khususnya di lingkungan keluarga. Ada beberapa solusi yang bisa dilakukan.  Pertama, ungkapkan apa yang ada di balik kenakalan remaja. Orang tua cenderung menilai remaja atas apa yang mereka lakukan tanpa mengetahui apa masalah di baliknya. Bertingkah seperti itu tidak adil bagi anak-anak. Jadi, sebelum menilai seorang anak yang nakal, tanyakan baik-baik apa yang sebenarnya terjadi.

Kedua, temukan cara menenangkan emosi pada remaja. Perubahan hormonal pada remaja akan cenderung cepat marah. Oleh karena itu, salah satu tugas orang tua adalah mengetahui cara meredakan musik, menulis, atau bermain game. Perlunya peran aktif berbagai pihak untuk mengatasi kriminalitas di amarah pada anak. Banyak hal yang bisa dilakukan, misalnya membiasakan mereka mendengarkan kalangan remaja merupakan cara yang efektif. Kolaborasi antar pemangku kepentingan sebagai upaya penyaluran energi berlebih kepada remaja sangat diperlukan, khususnya remaja yang kebingungan mencari saluran energi.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *